Apa kabar everybody?
Gue harap kalian semua dalam keadaan yang sehat dan normal, kenapa harapan gue
seperti itu? Itu dikarenakan kalo kalian semua pada sakit kebayangkan banyaknya
biaya yang akan dikeluarkan? Dan satu lagi jika kalian sakit dan tidak normal
taukan siapa-siapa aja yang bakalan semakin kaya? Yap betul! Yang bakalan kaya
itu para dokter (baik dokter di rumah sakit mau pun dokter yang dirumah sakit
jiwa jika kalian sudah mulai tidak normal) dan satu lagi pasti psikiater.
Nah kali ini gue
bakanlan cerita tentang betapa kerasnya kehidupan terhadap kita, mulai dari
kita kecil sampai dewasa dan bahkan sebelum kita jadi apa-apa saja kehidupan
sudah mulai keras. Udah serasa jadi bagian dari militer aja nih kayaknya, pake
keras-keras segala. Emangnya yang bisa keras apa aja ya? Hehehe. Masih ditanya
apa? Tanya sono sama mbah google.
Oke kali ini gue nggak
bakalan banyak berkoar, soalnya suara gue lagi serak jadi nggak bisa banyak
omong. Lho kok? Inikan tulisan bukan pidato, gue harap kalian semua paham saja
tingkah dan pola kehidupan gue. Waduh lama-lama gue udah kayak sesar nih, kalo
ngomong udah kemana-mana.
Gini ya sodara-sodara
sekalian, sadar nggak kalo kita itu setiap langkah di atas dunia ini selalu
menjadi ajang kompetisi? Kalo gue sih udah dari dulu tapi baru nyadarnya
sekarang hehehe. Mulai dari sperma, bayi, balita, batita, anak-anak, remaja,
remaja tahap dewasa, alay(ini menurut raditya dika) dan baru deh dewasa.
Gue bakalan ceritain
dari sperma, para cowok-cewek nih ya pasti langsung tertarik nih kalo udah
denger kata-kata yang satu ini. Oke gue bakalan ceritain tapi harus dari mana
dulu ya gue bilanginnya, jadi bingung nih. Oke gini aja, sewaktu kita masih
jadi sperma kita sudah berkompetisi melawan beribu-ribu dan bahkan berjuta-juta
sperma lainnya untuk menjadi yang terbaik. Pada saat para sperma diluncurkan
maka saat itulah dimulai kompetisi itu, maka siapa yang dapat mencapai garis
finish maka dialah yang keluar sebagai juaranya. Sepertinya ada lagunya tuh,
kalo nggak salah lagunya itu yang seperti ini “ malaikat juga tau aku yang jadi
juaranya”hahay.
Pada saat sperm itu
sudah bertebaran maka mulailah mereka berenang dan bersorak pucuk pucuk pucuk, lho kok jadi kayak
iklan minuman? Nggak deh gue bercanda. Nah terkadang ada dua sperm tu yang
berhasil kegaris finish, maka itulah yang bakalan menjadi kembar.
Pada saat bayi sampai
masa kita kanak-kanak kompetisi yang kita hadapi itu adalah tahap beradaptasi
dan masa tumbuh kembang. Terkadang ada anak-anak yang susah beradaptasi dengan
lingkungan sekitarnya, untungnya gue udah lewatin masa-masa itu dan kalian bisa
dapat menyimpulkan kalo gue itu berhasil atau tidaknya melewati masa itu.
Nah pada saat ngomongin
masa remaja sampai tahap alay ini nih gue yang bingung, sampai sekarang ya gue
meneliti tapi nggak kelar-kelar kok bisa anak remaja di Indonesia harus
melewati yang namanya masa-masa alay. Menurut gue itu masa adalah yang paling
berat. Tuhaaaan, apa salah hambaaa? Kenapa hamba harus melewatinya? (nangis
daraah). Yah yang lalu biarlah berlalu tapi gue jujur gue pernah alay. Gue rasa
kalian juga!
Pada saat dewasa pun
kita harus berkompetisi, contohnya ditempat kerja. Kita bekerja pasti banyak
pesaingnya, jangankan pas bekerja pas melamar aja buju buneng bejibun
kompetitornya dan pada saat kita matipun harus berkompetisi men, mau tau apa?
Yap betul, kita berkompetisi untuk mendapatkan sebidang tanah yang buat
nguburin kita. Emang sih yang ngurusin itu orang-orang yang ditinggalkan tapi
setidaknya berompetisi dengan penghuni kubur lainnya.
Nah ngomongin
setan-setannan nih, ada yang menarik nih di kota gue. Disini minuman para setan
sekarang pada berkompetisi untuk mendapatkan pelanggannya. Di kota gue itu ada
namanya es kuntilanak, es pocong dan es-es penghuni kubur lainnya. Namanya aja
udah serem gimana caranya mendapatkan pelanggan coba? Yang ada orang ngri buat
belinya.
Menurut penelitian gue,
namanya oke serem banget es pocong dan kuntilanak tapi pas saat mesen dan
nyobainnya nggak ada serem-seremnya. Rasanya manis dan bentuknya sama kayak
es-es yang lain, serem dari mana coba? Heran deh ya sama orang sekarang.
Hahahay
Kata ayang bibeh gue,
awal mulanya nama es-es setan itu sih dari kampusnya dan sekaran sudah banyak
yang menirunya. Gue rasa orang yang pertama kali nyiptain tu es kayaknya salah
konsep deh, namanya es pocong tapi gue pas minum itu nggak ketemu sama kain
kafan deh atau setidaknnya gue nggak takut dan nggak kaget pas makannya. Kenapa
mereka nggak kasih nama es CHERRYBELLE aja atau JKW48? Ditanya mengapa JKW48?
Ya kalo JKT48kan adanya di Jakarta jadi disini yang ada KW-KWannya aja, so
bikin aja JKW48. Hahaha sayang jangan marah ya aku omongin dirimu diblogku,
tapi aku tetapsayang kamu kok (sok imut kalo di depan umum aja).
Sorry bro gue nggak
jomblo kayak kalian semua, ya nggak semua juga sih tapi rata-rata sih iya
hahaha. Udah dulu ya gue capek nih, gue mau istirahat dulu. Maaf jika ada
kata-kata yang vulgar dan itu ketidak sengajaan dikarenakan tidak ada bahasa
pengganti yang lebih halus dan maaf juga jika ada salah-salah kata
wabillahitaufikwalhidayah assalamuallaikum warohmatullahi
wabarokaaaaatuuuuuuuuuh. Lho kok kayak ceramah? Hahahay yang penting enjoy
ajaa. SAMPAI JUMPAAA. J
0 komentar:
Posting Komentar