Jumat, 14 November 2014

KOMPETISI



Apa kabar everybody? Gue harap kalian semua dalam keadaan yang sehat dan normal, kenapa harapan gue seperti itu? Itu dikarenakan kalo kalian semua pada sakit kebayangkan banyaknya biaya yang akan dikeluarkan? Dan satu lagi jika kalian sakit dan tidak normal taukan siapa-siapa aja yang bakalan semakin kaya? Yap betul! Yang bakalan kaya itu para dokter (baik dokter di rumah sakit mau pun dokter yang dirumah sakit jiwa jika kalian sudah mulai tidak normal) dan satu lagi pasti psikiater.
Nah kali ini gue bakanlan cerita tentang betapa kerasnya kehidupan terhadap kita, mulai dari kita kecil sampai dewasa dan bahkan sebelum kita jadi apa-apa saja kehidupan sudah mulai keras. Udah serasa jadi bagian dari militer aja nih kayaknya, pake keras-keras segala. Emangnya yang bisa keras apa aja ya? Hehehe. Masih ditanya apa? Tanya sono sama mbah google.
Oke kali ini gue nggak bakalan banyak berkoar, soalnya suara gue lagi serak jadi nggak bisa banyak omong. Lho kok? Inikan tulisan bukan pidato, gue harap kalian semua paham saja tingkah dan pola kehidupan gue. Waduh lama-lama gue udah kayak sesar nih, kalo ngomong udah kemana-mana.
Gini ya sodara-sodara sekalian, sadar nggak kalo kita itu setiap langkah di atas dunia ini selalu menjadi ajang kompetisi? Kalo gue sih udah dari dulu tapi baru nyadarnya sekarang hehehe. Mulai dari sperma, bayi, balita, batita, anak-anak, remaja, remaja tahap dewasa, alay(ini menurut raditya dika) dan baru deh dewasa.
Gue bakalan ceritain dari sperma, para cowok-cewek nih ya pasti langsung tertarik nih kalo udah denger kata-kata yang satu ini. Oke gue bakalan ceritain tapi harus dari mana dulu ya gue bilanginnya, jadi bingung nih. Oke gini aja, sewaktu kita masih jadi sperma kita sudah berkompetisi melawan beribu-ribu dan bahkan berjuta-juta sperma lainnya untuk menjadi yang terbaik. Pada saat para sperma diluncurkan maka saat itulah dimulai kompetisi itu, maka siapa yang dapat mencapai garis finish maka dialah yang keluar sebagai juaranya. Sepertinya ada lagunya tuh, kalo nggak salah lagunya itu yang seperti ini “ malaikat juga tau aku yang jadi juaranya”hahay.
Pada saat sperm itu sudah bertebaran maka mulailah mereka berenang dan bersorak pucuk pucuk pucuk, lho kok jadi kayak iklan minuman? Nggak deh gue bercanda. Nah terkadang ada dua sperm tu yang berhasil kegaris finish, maka itulah yang bakalan menjadi kembar.
Pada saat bayi sampai masa kita kanak-kanak kompetisi yang kita hadapi itu adalah tahap beradaptasi dan masa tumbuh kembang. Terkadang ada anak-anak yang susah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, untungnya gue udah lewatin masa-masa itu dan kalian bisa dapat menyimpulkan kalo gue itu berhasil atau tidaknya melewati masa itu.
Nah pada saat ngomongin masa remaja sampai tahap alay ini nih gue yang bingung, sampai sekarang ya gue meneliti tapi nggak kelar-kelar kok bisa anak remaja di Indonesia harus melewati yang namanya masa-masa alay. Menurut gue itu masa adalah yang paling berat. Tuhaaaan, apa salah hambaaa? Kenapa hamba harus melewatinya? (nangis daraah). Yah yang lalu biarlah berlalu tapi gue jujur gue pernah alay. Gue rasa kalian juga!
Pada saat dewasa pun kita harus berkompetisi, contohnya ditempat kerja. Kita bekerja pasti banyak pesaingnya, jangankan pas bekerja pas melamar aja buju buneng bejibun kompetitornya dan pada saat kita matipun harus berkompetisi men, mau tau apa? Yap betul, kita berkompetisi untuk mendapatkan sebidang tanah yang buat nguburin kita. Emang sih yang ngurusin itu orang-orang yang ditinggalkan tapi setidaknya berompetisi dengan penghuni kubur lainnya.
Nah ngomongin setan-setannan nih, ada yang menarik nih di kota gue. Disini minuman para setan sekarang pada berkompetisi untuk mendapatkan pelanggannya. Di kota gue itu ada namanya es kuntilanak, es pocong dan es-es penghuni kubur lainnya. Namanya aja udah serem gimana caranya mendapatkan pelanggan coba? Yang ada orang ngri buat belinya.
Menurut penelitian gue, namanya oke serem banget es pocong dan kuntilanak tapi pas saat mesen dan nyobainnya nggak ada serem-seremnya. Rasanya manis dan bentuknya sama kayak es-es yang lain, serem dari mana coba? Heran deh ya sama orang sekarang. Hahahay
Kata ayang bibeh gue, awal mulanya nama es-es setan itu sih dari kampusnya dan sekaran sudah banyak yang menirunya. Gue rasa orang yang pertama kali nyiptain tu es kayaknya salah konsep deh, namanya es pocong tapi gue pas minum itu nggak ketemu sama kain kafan deh atau setidaknnya gue nggak takut dan nggak kaget pas makannya. Kenapa mereka nggak kasih nama es CHERRYBELLE aja atau JKW48? Ditanya mengapa JKW48? Ya kalo JKT48kan adanya di Jakarta jadi disini yang ada KW-KWannya aja, so bikin aja JKW48. Hahaha sayang jangan marah ya aku omongin dirimu diblogku, tapi aku tetapsayang kamu kok (sok imut kalo di depan umum aja).
Sorry bro gue nggak jomblo kayak kalian semua, ya nggak semua juga sih tapi rata-rata sih iya hahaha. Udah dulu ya gue capek nih, gue mau istirahat dulu. Maaf jika ada kata-kata yang vulgar dan itu ketidak sengajaan dikarenakan tidak ada bahasa pengganti yang lebih halus dan maaf juga jika ada salah-salah kata wabillahitaufikwalhidayah assalamuallaikum warohmatullahi wabarokaaaaatuuuuuuuuuh. Lho kok kayak ceramah? Hahahay yang penting enjoy ajaa. SAMPAI JUMPAAA. J




0 komentar:

Posting Komentar